Selasa, 04 Desember 2018

Teori Belajar Kognitif

Model belajar kognitif menyatakan bahwa tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya. Belajar merupakan perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku yang nampak. Teori kognitif juga menekankan bahwa bagian-bagian dari suatu situasi saling berhubungan dengan seluruh konteks situasi tersebut. Memisah-misahkan atau membagi-bagi situasi/materi pelajaran menjadi komponen-komponen yang kecil dan mempelajarinya secara terpisah-pisah, akan kehilangan makna. 

Teori kognitif berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek kejiwaan lainnya. Belajar merupakan aktifitas yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Proses belajar terjadi antara lain mencakup pengaturan stimulus yang diterima dan menyesuaikannya dengan struktur kognitif yang sudah dimiliki dan terbentuk di dalam pikiran seseorang berdasarkan pemahaman dan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Dalam praktek pembelajaran, teori kognitif antara lain tampak dalam rumusan-rumusan seperti: Tahap-tahap perkembangan yang dikemukakan oleh J. Piaget, Advance organizer oleh Ausubel, Pemahaman konsep oleh Bruner, Hirarkhi belajar oleh Gagne, Webteaching oleh Norman, dan sebagainya.

Teori Belajar Menurut Edward Lee Thorndike


Edward Lee Thorndike adalah adalah seorang Psikolog Amerika yang lahir di  Williamsburg, Massachusetts, Amreika Serikat pada tanggal 1 Agustus 1874. Beliau menghabiskan hampir seluruh kariernya di Teachers College, Columbia University. Karyanya di bidang Psikologi Perbandingan dan proses pembelajaran membantu meletakkan dasar ilmiah untuk psikologi pendidikan modern.

sumber: wikipedia
Thorndike adalah salah satu tokoh teori belajar behaviorisme. Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus yaitu apa saja yang dapat merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon yaitu reaksi yang dimunculkan siswa ketika belajar, yang juga dapat berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Dari definisi belajar tersebut maka menurut Thorndike perubahan tingkah laku akibat dari kegiatan belajar itu dapat berwujud kongkrit yaitu yang dapat diamati, atau tidak kongkrit yaitu yang tidak dapat diamati.

Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran, namun ia tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku-tingkah laku yang tidak dapat diamati. Namun demikian, teorinya telah banyak memberikan pemikiran dan inspirasi kepada tokoh-tokoh lain yang datang kemudian. Teori Thorndike ini disebut juga sebagai aliran Koneksionisme (Connectionism).

PEMBELAJARAN TERPADU TIPE INTEGRATED


Pengertian pembelajaran terpadu tipe Integrated

Pembelajaran model integrated (keterpaduan) adalah model pem­belajaran terpadu yang menggunakan pendekatan lintas bidang studi, menggabungkan bidang studi dengan cara menetapkan prioritas kurikuler dan menemukan keterampilan, konsep, dan sikap yang saling tumpang tindih dalam beberapa bidang studi (Fogarty, 1991).


Model integrated ini dianalogikan seperti melihat benda menggunakan kaleidoskop. Topik dari beberapa mata pelajaran ditata kembali di antara konsep yang sama atau mirip sehingga muncul pola dan rancangan baru. Fogarty (1991) dalam penjelasannya mengemukakan bahwa “ the integrated model blends the four major disciplines by setting curricular priorities in each and finding the overlapping skills, concepts, and attitudes in all four” . Hal ini berarti model integrated memadukan empat disiplin ilmu untuk menemukan keterampilan, konsep, dan sikap yang saling tumpang tindih pada keempat bidang tersebut. Meskipun demikian bidang ilmu yang dapat dipadukan tidak diwajibkan pasti berjumlah empat, namun lebih dari dua untuk membedakannya dari model shared

Model ini berusaha memberikan gambaran yang utuh pada peserda didik tentang tujuan melakukan kegiatan-kegiatan yang terdapat dalam pembelajaran. Pada model integrated hal terakhir yang ingin dicapai oleh guru dalam tahap perencanaan program adalah tema yang merupakan keberkaitan dan tumpang tindih dari beberapa disiplin ilmu yang dipadukan. Hal yang perlu diperhatikan yakni keterpaduan yang dimaksud merupakan hasil penyaringan ide dari isi mata pelajaran, seperti pada model shared. Integrasi tumbuh dari dalam berbagai disiplin ilmu dan kecocokannya dibangun di antara mereka sebagai kesamaan yang paling sering muncul.

Langkah penyusunan pembelajaran terpadu tipe Integrated
Pembelajaran terpadu tipe integrated ini merupakan pemaduan kurikulum lintas mata pelajaran. Oleh karena itu pada tahap awal guru hendaknya membentuk tim lintas bidang studi yang anggotanya mewakili beberapa mata pelajaran yang akan dipadukan. Adapun langkah-langkah penyusunan pembelajaran ini sebagai berikut.
Langkah 1 . Tim menyeleksi konten yang diajarkan dalam satu semester dari beberapa bidang studi kemudian mencatat konten yang menjadi prioritas. Berpijak dari konten ini, anggota tim mencatat konsep, keterampilan, dan sikap yang menjadi target pada setiap mata pelajaran.
Langkah 2 . Tim mencari ide-ide yang berhubungan erat dan tumpang tindih dari konsep, keterampilan, dan sikap tersebut kemudian menciptakan susunan ide/tema terpadu yang baru.


Kelebihan dan Kekurangan pembelajaran terpadu tipe Integrated
Model pembelajaran terpadu tipe integrated memiliki beberapa kelebihan, diantaranya: (1) adanya kemungkinan pemahaman antar bidang studi, karena dengan memfokuskan pada isi pelajaran, strategi berpikir, keterampilan sosial dan ide-ide penemuan lain, satu pelajaran dapat mencakup banyak dimensi, sehingga siswa, pembelajaran menjadi semakin diperkaya dan berkembang, (2) memotivasi siswa dalam belajar; (3) tipe integrasi juga memberikan perhatian pada berbagai bidang yang penting dalam satu saat, tipe ini tidak memerlukan penambahan waktu untuk bekerja dengan guru lain. Dalam tipe ini, guru tidak perlu mengulang kembali materi yang tumpang tindih, sehingga tercapailah efesiensi dan efektivitas pembelajaran.

Di samping itu, ini juga memiliki kekurangan, antara lain: (1) terletak pada guru, yaitu guru harus menguasai konsep, sikap, dan keterampilan yang diperioritaskan, (2) penerapannya, yaitu sulitnya menerapkan tipe ini secara penuh, (3) tipe ini memerlukan tim antar bidang studi, baik dalam perencanaannya maupun pelaksanaannya, (4) pengintegrasian kurikulurn dengan konsep-konsep dari masing-masing bidang studi menuntut adanya sumber belajar yang beraneka ragam.

Sabtu, 01 Desember 2018

Reply - Fungsi Pankreas

Apa yang akan terjadi pada proses pencernaan makanan jika pankreas tidak dapat berfungsi untuk menghasilkan enzim-enzimnya ke dalam usus halus?

Jawaban:

Fungsi pankreas salah satunya adalah menghasilkan enzim-enzim pencernaan seperti amilase (memecah karbohidrat), lipase (memecah lemak), dan tripsin (memecah protein). Tujuan pemecahan karbohidrat, lemak dan protein tersebut adalah agar senyawa-senyawa tersebut berubah menjadi molekul kecil-kecil agar bisa diserap oleh sel-sel usus. Jika pankreas terganggu sehingga tidak dapat menghasilkan enzim-enzim tersebut maka proses pencernaan akan terganggu (mal-absorpsi). Tubuh kita tidak dapat menyerap sari-sari makanan yang kita makan sehingga akan kekurangan energi dengan cepat, tubuh menjadi kurus, dan jika tidak segera ditangani akan menyebabkan berbagai komplikasi.

Reply - Jumlah Sel Darah Merah

Mengapa jumlah sel darah merah orang yang tinggal di ketinggian (pegunungan) lebih banyak dibanding orang yang tinggal di dataran rendah (pantai)?

Jawaban:

Jumlah sel darah merah orang yang tinggal di pegunungan lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di pantai/dataran rendah disebabkan kadar oksigen di pegunungan lebih sedikit dibanding dataran rendah. Oleh karena itu tubuh beradaptasi dengan cara membentuk sel darah merah lebih banyak sehingga dapat mengikat lebih banyak.
Hal ini terkait dengan adaptasi fisiologi.

Reply - Zat Aditif

Sebutkan 5 jenis zat aditif yang biasa ditambahkan pada makanan!

Jawaban:

5 jenis zat aditif yang biasa ditambahkan pada makanan, yaitu:
1. Monosodium Glutamat atau MSG (Penguat rasa).
2. Natrium Benzoat (Pengawet).
3. Tartrazin (Pewarna).
4. Siklamat (Pemanis).
5. Gelatin (Pengental).

Reply - Periode Revolusi Industri

Sebutkan 4 periode revolusi industri yang pernah terjadi!

Jawaban:

4 periode revolusi industri

  1. Revolusi Industri Pertama (1750-1830) ditandai dengan penemuan mesin uap dan kereta api
  2. Revolusi Industri Kedua (1870-1900) ditandai dengan penemuan listrik, alat komunikasi, kimia, dan minyak bumi
  3. Relovusi Industri Ketiga (dimulai tahun 1960) ditandai dengan penemuan komputer, internet, telepon genggam
  4. Revolusi Industri 4.0 (dimulai tahun 2011) ditandai dengan revolusi digital diantaranya kecerdasan buatan, perdagangan elektronik, data raksasa, teknologi finansial, sharing economy, hingga penggunaan robot.

Reply - Proses Peredaran Darah Manusia

Jelaskan peredaran darah yang terjadi dalam tubuh manusia!

Jawaban:

Peredaran darah manusia disebut sebagai peredaran darah tertutup karena berlangsung di dalam pembuluh darah, selain itu juga merupakan sistem peredaran darah ganda, yang terdiri atas peredaran darah kecil dan peredaran darah besar.

Peredaran Darah Kecil

Peredaran darah kecil adalah peredaran darah dari jantung ke paru-paru dan kembali lagi ke jantung. Urutan peredaran darah kecil secara umum, yaitu:
Jantung => paru-paru => jantung. Urutan peredaran darah kecil yang sebenarnya adalah bilik kanan > arteri pulmonalis > paru-paru > vena pulmonalis > serambi kiri > bilik kiri jantung

Peredaran Darah Besar

Peredaran darah besar adalah peredaran darah dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung. Urutan peredarah darah besar secara umum adalah:
jantung => seluruh tubuh => jantung. Urutan peredaran darah besar yang sebenarnya yaitu: bilik kiri jantung > aorta > (arteri) pembuluh nadi > tubuh > vena > serambi kanan > bilik kanan jantung.


Rabu, 18 Januari 2017

Model Pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE)


Model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) ini berasal dari teori belajar kontruktivisme. Lapono (2010) menyatakan “teori konstruktivisme dalam pembelajaran didasari oleh kenyataan bahwa setiap individu memiliki kemampuan untuk mengkonstruksi kembali pengalaman atau pengetahuan yang dimilikinya”. Ini berarti siswa sendiri yang harus menemukan pengetahuan atau konsep, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, dan berusaha dengan ide-ide. Hubungan model POE  dengan teori kontruktivisme yaitu menganggap bahwa siswa dengan pengetahuan yang telah mereka miliki akan dapat mengembangkan kemampuan atau pengetahuannya itu.

Prediction-Observation-Explanation (POE) dikembangkan oleh White and Gunstone (1992) sebagai strategi pembelajaran yang digunanakan dalam pembelajaran sains. POE mewajibkan tiga task untuk dilakukan. Pertama, stratergi ini membantu untuk membuka prediksi masing-masing siswa terhadap suatu kejadian, dan alasan mereka atas prediksi tersebut. Kedua, siswa menggambarkan apa yang mereka lihat dalam demonstasi. Ketiga, siswa harus mencocokan konflik antara prediksi dan hasil observasi mereka.

1.      Predict
Predict merupakan suatu proses membuat dugaan terhadap suatu peristiwa atau fenomena. Siswa akan meramalkan jawaban suatu permasalahan yang diberikan guru, menuliskan ramalan tersebut beserta alasannya. Siswa menyusun dugaan awal berdasarkan pengetahuan awal yang mereka miliki.
Umumnya dalam membuat sebuah prediksi terdapat dua langkah, yakni:
1.      Membangun sebuah model sistem.
Untuk menjelaskan “what happen, how, and why” dalam sebuah sistem, salah satu caranya adalah dengan cara membangun model sistem untuk komposisi sistem dan cara kerjanya. Biasanya, sebuah model sistem ini dibangun dengan cara mengaplikasikan teori-teori umum dalam sistem yang spesifik.
2.      Menggunakan If-Then Logic.
Pada tahap ini, siswa melakukan mental experiment menggunakan logika “JIKA-MAKA” terhadap model sistem yang telah dibuatnya untuk menghasilkan sebuah prediksi, dengan menalar bahwa, “JIKA sistem berperilaku seperti yang saya duga (sesuai dengan Model sistem), MAKA prediksi saya (ekspektasi secara logika) bahwa SESUATU akan terjadi dan SESUATU akan teramati. Seseorang dapat berprediksi menggunakan logika JIKA-MAKA dalam beberapa cara, yakni: (1) Model-based deduction, yaitu menggunakan logika deduktif; (2) Model-based simulation, contoh dengan menggunakan simulasi komputer; dan (3) experience-based induction, yakni dengan mengasumsikan apa yang terjadi sebelumnya, pada kondisi yang sama, akan terjadi lagi.
Dalam POE ini, prediksi oleh siswa lebih didasarkan pada model-based deduction dan experience-based induction.
2.      Observe
Observe merupakan kegiatan pengamatan Pada tahap ini, siswa melakukan pengamatan mengenai apa yang terjadi. Siswa dapat mengadakan praktikum, memperhatikan demonstrasi, melihat video, atau kegiatan pengamatan lainnnya, kemudian mencatat apa yang mereka amati. Tahapan ini hanya berisikan eksperimen dan observasi yang terisolasi dari apapun yang telah siswa pikirkan pada tahap Predict. Hal ini ditekankan pada scientific ideal of objective observation, jadi siswa mengetahui apa yang benar-benar terjadi pada realitanya, tidak terbiaskan oleh apa yang mereka ekspektasikan untuk terjadi.
3.      Explain
Explain merupakan kegiatan siswa membandingkan hasil observasi dengan prediksi mereka, dan menjelaskan kesesuaian antara prediksi dengan hasil observasi.

Selama proses Predict hingga Explain, siswa dapat berdiskusi satu sama lain dalam kelompok kecil atau disikusi kelas tentang alasan prediksi mereka atau penjelasan mengenai hasil observasi yang telah terjadi. Tujuannya bisa untuk mempengaruhi orang lain atau hanya sebatas kooperatif sharing mengenai ide-ide untuk memperluas pengetahuan.

Prinsip yang mendasari pelaksanaan POE adalah: (1) jika siswa tidak diminta untuk terlebih dahulu memprediksi apa yang akan terjadi, mereka mungkin tidak mengobservasi dengan sungguh-sungguh; (2) menulis prediksi mereka memotivasi siswa untuk ingin tahu jawaban yang sebenarnya; (3) meminta siswa menjelaskan alasan untuk prediksi mereka memberikan petunjuk bagi guru tentang pengetahuian siswa. Hal ini bisa berguna untuk mengungkapkan miskonsepsi atau meningkatkan pemahaman siswa serta menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan terkait pembelajaran selanjutnya; (4) menjelaskan dan mengevaluasi prediksi mereka serta mendengarkan prediksi teman-teman membantu siswa untuk mulai mengevaluasi pengetahuan mereka dan membangun pengertian-pengertian yang baru.

Terminologi Computer Based Instruction (CBI)

Penggunaan teknologi pembelajaran dalam proses pembelajaran memiliki beragam manfaat. Beberapa alasan penggunaan teknologi dalam pembelajaran seperti yang dipaparkan Roblyer (2006) antara lain untuk memotivasi siswa, untuk meningkatkan proses pembelajaran, membuat siswa dan guru bekerja lebih produktif, membantu siswa belajar dan mempetajam keterampilan era informasi mereka. Salah satu teknologi yang kerap digunakan adalah komputer.
Sejak tahun 1950an penggunaan komputer mulai diperluas ke dalam dunia pendidikan. Pegiat teknologi pemdidikan mulai mengembangkan program penggunaan komputer dalam pengajaran yang dikenal dengan istilah computer-based instruction (CBI) untuk melatih, mengajar, menguji siswa, dan untuk mengatur program pembelajaran. Pengertian CBI itu sendiri menurut Criswell (1989) adalah penggunaan komputer untuk menyajikan materi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif dan merespon aktivitas peserta didik. Pendapat lain dikemukakan oleh Kemp & Dayton (1985) sebagai berikut.
Computer Based Instruction refers to any application of computer technology to the instructional process. It includes using a computer to present information, to tutor a learner, to provide practice for developing a skill, to simulate a process which is being studied, and manipulate to solve problem.

Jadi istilah computer based instruction (CBI) umumnya menunjuk pada semua software pendidikan yang diakses melalui komputer dimana peserta didik dapat berinteraksi dengannya. Sistem komputer menyajikan serangkaian program pengajaran kepada peserta didik baik berupa informasi maupun latihan soal untuk  mencapai tujuan pengajaran tertentu dan peserta didik melakukan aktivitas belajar dengan cara berinteraksi dengan sistem komputer.
Terdapat beragam terminologi berkaitan CBI diantaranya computer-assisted instriction (CAI), computer-aided instruction (CAI), computer-based learning (CBL), computer-assisted learning (CAL), dan instilah-istilah lainnya. Termiologi ini masih dalam perdebatan karena berbagai peneliti mengartikan hal tersebut secara berbeda-beda. Salah satu pengertian yang umum ditemukan adalah CAI (computer-assisted learning) dikonotasikan sebagai pendekatan belajar terprogram yang tujuan pendidikannya diraih melalui pengajaran langkah demi langkah. Seringkali CAI diartikan sebagai komputer yang menyampaikan informasi pada siswa. CAI menuntun siswa untuk menggunakan komputer di kelas baik dalam hal tutorial software maupun drill and practice, sedangkan CBI (computer-based instruction) adalah sebuah pembelajaran terprogram yang menggunakan komputer sebagai sarana utama atau alat bantu yang mengkomunikasikan materi kepada siswa. Perbedaan yang mendasar terdapat pada proses pembelajarannya. Pada CAI (computer-assisted learning) peran guru tidak semuanya dihilangkan dan komputer hanya beperan sebagai pendamping guru dalam menyampaikan materi, sedangkan pada CBI komputer menjadi pusat pembelajaran (center of learning) dimana siswa berperan lebih aktif dalam mempelajari suatu materi dengan media utama yakni komputer.
Adapun Kulik & Kulik (1991) memandang CBI lebih luas cakupannya dibandingkan dengan CAI (computer-assisted learning). Kulik & Kulik (1991) membagi tipe kelompok CBI sebagai berikut.
1.      Computer-assisted instruction (CAI), dimana komputer menyediakan drill-and-practice exercises tetapi bukan materi yang baru, atau tutorial instruction yang memuat materi yang baru.
2. Computer-managed instruction (CMI), dimana komputer mengevaluasi kinerja siswa, membimbing siswa kepada sumber pembelajaran yang cocok, dan terus mencatat proses siswa.

3.   Computer-enriched instruction (CEI), dimana (a) komputer berlaku sebagai sebuah problem solving tool, (b) menggeneralisasikan data sesuai permintaan siswa untuk mengilustasikan hubungan suatu model, (c) mengeksekusi program yang dikerjakan oleh siswa.

Referensi:
Criswell, E. L. (1989). The Design of Computer Based Instruction. New York:  Macmillan Publishing Company
Kemp, J. E. & Dayton, D. K. (1985). Planning and Producing Instructional Media.  New York: Harper & Row Publisher Cambridge
Roblyer, M. D. (2006). Integrating Educational Technology into Teaching 4th Ed. New Jersey: Pearson Prentice Hall
Kulik & Kulik, nyari sendiri yah, itu jurnalnya gratis.

Minggu, 05 Juni 2016

Kesalahan Umum dalam Menilai menggunakan Rubrik


Rubrik merupakan seperangkat aturan/pedoman yang terdiri dari kriteria kinerja (performance criteria) dan skala penilaian (rating scale) untuk membedakan level kecakapan siswa yang digunakan sebagai acuan untuk menilai kualitas dari performa siswa sehingga penilaian tersebut tetap konsisten. 
Namun dalam proses penilaiannya, tetap saja sering terjadi kesalahan. Kesalahan umum yang sering terjadi antara lain:
  •  Leniency error, terjadi ketika seorang penilai cenderung menilai semua kategori pada level tinggi, menghindari level rendah.
  • Severity error, adalah kesalahan yang berlawanan dari leniency error.
  •  Central tendency error, terjadi ketika seorang penilai ragu atau takut menggunakan extremes scale (tinggi atau rendah) and hanya menggunakan middle scale (skala penilaian diantara paling tinggi dan paling rendah).
  • Halo effect, terjadi ketika kesan umum seorang penilai terhadap seorang peserta ikut mempengaruhi penilainnya.
  • Personal bias, muncul jika seorang penilai cenderung menilai berdasarkan stereotip yang tidak relevan dari peserta, misalkan menilai pria lebih bagus daripada wanita, berkulit putih lebih bagus daripada yang lainnya, penilaian berdasarkan suku atau agama, dan lain sebagainya.
  •  A logical error, terjadi jika penilai memberikan nilai yang sama pada dua atau lebih dimensi dari performa yang diyakininya secara logika saling berhubungan padahal pada faktanya tidak berhubungan sama sekali.
  • Rater drift, muncul ketika dalam penilaian, penilai mendefenisikan sendiri isi rubrik berdasarkan pemahaman mereka.
  • Reliability decay, merupakan kesalahan instrumen dimana instrumen penilaian tidak dapat memberikan hasil yang konsisten.




Rabu, 10 Februari 2016

Miskonsepsi Gaya Apung



Saat kita mengangkat benda di dalam air akan terasa lebih enteng daripada mengangkat benda di udara. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Banyak yang akan menjawab, “karena berat benda yang berada dalam air lebih kecil daripada berat benda di udara”. Atau, “berat benda berkurang ketika dimasukan ke dalam air”. Benarkah?



Untuk menjawabnya mari kita ingat kembali, apa itu berat? Berat benda (w) merupakan gaya yang dialami benda akibat pengaruh gaya tarik bumi (gaya gravitasi). Besar gaya tersebut bergantung pada massa benda  (m) dan besar percepatan gravitasi (g) di tempat beda tersebut berada.

w = m . g 

Hal ini menunjukkan bahwa berat benda akan selalu tetap selama massa benda dan percepatan gravitasi tidak berubah. Berat yang terukur dari sebuah benda dalam zat cair merupakan berat semu yang merupakan resultan gaya berat benda (wb) dan gaya apung/gaya ke atas (Fa), karena sesuai dengan hukum Archimedes, “sebuah benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas sebesar berat zat cair yang dipindahkannya”,


di mana besar gaya apung bergantung pada massa jenis zat fluida (zat cair), besar percepatan gravitasi, dan volume zat cair yang terdesak oleh volume benda yang tercelup.


Sebenarnya berat benda diukur menggunakan dinamometer di udara sekalipun adalah berat semu, namun karena massa jenis udara sangat kecil, gaya apungnya juga kecil sehingga diabaikan.  Jadi, merupakan suatu kekeliruan jika dikatakan berat benda berkurang ketika dimasukan ke dalam zat cair.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Riwayat Hidup Copernicus


Nicolaus Copernicus (nama Polandianya: Nicolaus Koppernik) adalah astronom, penemu Sistem Matahari atau Sistem Copernicus. Beliau dikenal sebagai Bapak Astronomi Modern, dokter, dan pengarang. Copernicus muncul pada saat  perkembangan Fisika bergerak dari metode deduksi ke ekperimen. Sebagai seorang seniman, ia banyak belajar pengetahuan-pengetahuan lain, seperti matematika, astronomi, yang ia pelajari di Universitas Bologna. Dalam bidang astronomi Copernicus banyak belajar dari Novara, seorang ahli ilmu perbintangan yang mendukung sistem Pythagoras.

Riwayat Hidup
Copernicus dilahirkan pada tanggal 14 Februari 1473 di kota Torun di tepi sungai Vistula, Polandia. Ayahnya bernama Nicholas Koppernigk, seorang pedagang kaya dan berpengaruh di Kota Torun, Polandia. Ibunya bernama Barbara Waczenrode juga berasal dari keluarga kaya. Copernicus merupakan anak bungsu dan mempunya tiga kakak yaitu Barbara yang menjadi biara, Katherina, dan Andrew . Pada saat usia 2 tahun ibunya meninggal dunia dan delapan tahun kemudian bapaknya juga meninggal dunia pada saat Copernicus berusia 10 tahun. Copernicus dan kakak-kakaknya kemudian asuh oleh pamannya Lucas Waczenrode yang kemudian menjadi uskup di Ermeland.

Nicolaus memperoleh pendidikan yang baik, menganjurkannya untuk menjadi imam. Pendidikan Nicolaus dimulai di kampung halamannya, kemudian menekuni bidang astronomi di Universitas yang terletak di kota Chelmo. Pada usia 23 tahun mempelajari hukum gereja, kedokteran, dan matematika di berbagai universitas di Bologna dan Padua, Italia. Nicolaus bergabung dengan astronom Domenico Maria Novara dan filsuf Pietro Pomponazzi. Pada akhir pendidikannya, Nicolaus telah menjadi doktor hukum gereja, matematikawan, dan dokter. Ia juga pakar bahasa Yunani, menjadi orang pertama yang menerjemahkan sebuah dokumen dari bahasa Yunani langsung ke bahasa Polandia.

Sepulangnya ke Polandia, pamannya melantik dia sebagai sekretaris, penasihat, dan dokter pribadinya, suatu kedudukan yang bergengsi. Selama puluhan tahun berikutnya, Nicolaus menjabat berbagai kedudukan administratif, baik di bidang agama maupun sipil. Meski sangat sibuk, ia melanjutkan penelitiannya tentang bintang dan planet, mengumpulkan bukti untuk mendukung suatu teori yang revolusioner bahwa Bumi bukan pusat yang tidak bergerak dari alam semesta tetapi, sebenarnya, bergerak mengitari Matahari.

Selama puluhan tahun berikutnya, melanjutkan penelitiannya. Teori ini bertentangan dengan ajaran filsuf yang terpandang, Aristoteles, dan tidak sejalan dengan kesimpulan matematikawan Yunani, Ptolemeus. Selain itu, teori Copernicus menyangkal apa yang dianggap sebagai "fakta" bahwa Matahari terbit di timur dan bergerak melintasi angkasa untuk terbenam di barat, sedangkan Bumi tetap tidak bergerak. 

Copernicus  menerbitkan sebuah rangkuman singkat tentang gagasannya dalam sebuah karya yang disebut Commentariolus. Laporan tentang penelitiannya sampai ke Jerman dan Roma. Pada awal tahun 1533, Paus Klemens VII mendengar tentang teori Copernicus. Dan, pada tahun 1536, Kardinal Schönberg menyurati Copernicus, mendesak dia untuk menerbitkan catatan lengkap gagasannya. Georg Joachim Rhäticus, seorang profesor di Universitas Wittenberg di Jerman, begitu penasaran oleh karya Copernicus sampai-sampai ia mengunjungi Copernicus dan akhirnya menghabiskan waktu bersamanya selama dua tahun. Pada tahun 1542, Rhäticus membawa pulang sebuah salinan manuskrip itu ke Jerman dan menyerahkannya kepada seorang tukang cetak bernama Petraeius dan seorang juru tulis sekaligus korektor tipografi bernama Andreas Osiander untuk dicetak.

Copernicus menghabiskan sebagian besar waktunya tatkala dewasa selaku staf pegawai Katedral di Frauenburg (istilah Polandia: Frombork), selaku ahli hukum gerejani. Copernicus tak pernah jadi astronom profesional, kerja besarnya yang membuat namanya melangit hanyalah berkat kerja sambilan. Beliau meninggal pada tanggal 24 Mei 1543 di Frauenburg, Prusia Timur, Polandia dalam usia 70 tahun.

Pemikiran/Penemuan :
Teori yang banyak tentang alam dari Copernicus ditulis dalam bukunya berjudul De Revolutionibus Orbium Caelestium, yang diijinkan dicetak semasa hidupnya. Teori tersebut nampaknya merupakan hasil imaginasi yang sangat panjang tentang kesulitan-kesulitan teori astronomi pada waktu itu yang masih berdasarkan pada spekulasi dari ahli-ahli filsafat zaman kuno.

Dalam teorinya, Copernicus menyatakan bahwa Bumi merupakan suatu planet yang lain, mereka bersama-sama mengelilingi Matahari dalam garis edar yang berbentuk lingkaran. Hal-hal yang dikemukakan Copernicus banyak mengandung kebenaran disamping pokok pembicaraannya yang bermutu, alasan-alasan yang dikemukakan sebagai pengetahuan yang baru.

Teori mengenai alam semesta yang menyatakan bahwa Matahari sebagai pusat peredaran sedang planet dan bintang berputar mengelilinginya terkenal dengan sistem heliosentris sebagai kebalikan dari sistem geosentris. Bersamaan dengan diterimanya sistem heliosentris tersebut dimulailah periode baru dalam sejarah perkembangan fisika yang lebih banyak menggunakan metode ekperimen dan ditinggalkannya metode deduksi dalam mengemukakan suatu pendapat.


Referensi:
Satuan Acara Perkuliahan (SAP) Sejarah Fisika. Universitas Nusa Cendana

Riwayat Hidup Leonardo Da Vinci

Leonardo da Vinci digambarkan sebagai arketipe "manusia renaisans" dan sebagai jenius universal. Leonardo terkenal karena lukisannya yang piawai, seperti Jamuan Terakhir dan Monalisa. Ia juga dikenal karena mendesain banyak ciptaan yang mengantisipasi teknologi modern tetapi jarang dibuat semasa hidupnya, sebagai contoh ide-idenya tentang tank dan mobil yang dituangkannya lewat gambar-gambar dwiwarna. Kegeniusan Leonardo terlihat dari banyaknya bidang yang ia kuasai. Ia adalah pelukis, pematung, peneliti, ahli permesinan, ahli anatomi, matematika, ahli tumbuh-tumbuhan dan binatang, optik, aerodinamik, bahkan pemusik handal.

Riwayat Hidup
Leonardo lahir di kota Vinci, propinsi Firenze, Italia. pada tanggal 15 April 1452 Beliau adalah anak dari Ser Piero Da Vinci dan Caterina, jadi nama lengkapnya yaitu Leonardo di Ser Piero da Vinci yang berarti Leonardo putra Ser Piero asal kota Vinci. Pada tahun 1476 tertuduh dengan kasus homoseksual dengan seorang model laki-laki berusia belasan tahun yang bernama Jacopo Saltarelli. Sehingga beberapa tahun itu Leonardo selalu berada di bawah pengawasan yang berwenang . Pada usia belia, beliau sudah belajar melukis dengan Andrea del Verrocchio dan mulai melukis di Firenze. Ada kabar mengisahkan Verrochio menyatakan pensiun melukis setelah menyaksikan bahwa lukisan muridnya yang satu ini lebih bagus dari lukisannya sendiri. Selain menjadi pelukis Leonardo juga sanggup menunjukkan kemampuannya di bidang yang lain.

Pada tahun 1481 Leonardo pindah ke Milan untuk bekerja dengan Adipati (Duke) di sana. Hasil karyanya selama di Milan yang paling termashur adalah Kuda Sforza yang dikerjakannya selama kurang lebih 11 tahun. Namun di situ ia tidak hanya melukis dan membuat patung saja, melainkan juga mengubah jalan-jalan sungai dan membangun kanal-kanal, serta menghibur Duke dengan memainkan lut dan bernyanyi. Lalu ia bekerja untuk Raja Louis XII dari Perancis di Milan dan untuk Paus Leo X di Roma. Sementara itu ia membantu Raphael dan Michaelangeo dalam merancang katedral Santo Petrus. Dalam hidupnya Leonardo sangat tertarik pada ilmu pengetahuan. Ia mulai mempelajari burung terbang dan mulai merancang mesin terbang. Pemikirannya itu terdapat dalam buku catatanya sebanyak 7.000 halaman. Di dalam buku itu juga terdapat sketsa tentang studi tubuh manusia. Pada zaman itu, anatomi tubuh manusia tak lebih dari sekadar kira-kira karena siapapun dilarang keras membedah jenazah. Dengan kenekatannya mencuri-curi kesempatan membedah-bedah tubuh orang mati, dikemudian hari tindakan yang tak lazim di zamannya ini memberikan kontribusi yang sangat besar bagi dunia kedokteran.

Mahakaryanya, Jamuan Terakhir (The Last Supper) yang dilukis dari tahun 1495 sampai tahun 1497 pada dinding biara Santa Maria di Milan, kini telah rusak akibat dimakan waktu. Lukisan terkenal lainnya adalah Monalisa yang kini terdapat di museum Louvre Paris. Sebuah spekulasi yang beredar tentang siapa sesungguhnya Mona Lisa antara lain menyatakan bahwa citra perempuan tersebut merupakan hasil rekaan wajah Da Vinci sendiri. Spekulasi yang lain menyatakan bahwa perempuan tersebut memang pernah ada, seorang istri pedagang.

Leonardo da Vinci wafat di Clos Lucé, Perancis pada tanggal 2 Mei 1519, dan dimakamkan di Kapel St. Hubert di kastel Amboise, Perancis. Setelah wafatnya, sangat kuat ditengarai bahwa beliau pernah memegang peranan sebagai orang terkuat di sebuah organisasi rahasia bernama Priory of Sion yang berlaskarkan Knights Templar.

Pemikiran/Penemuan :
·         Leonardo terkenal karena keyakinan dirinya terhadap kegunaan eksperimen. Sedemikian besar penghargaan Leonardo da Vinci pada eksperimen, sehingga seorang pujangga yang banyak mengetahui kehidupan Leonardo berkata : “bila Galileo seorang sarjana besar dalam bidang Fisika dan Ilmu Falak dalam abad XVII disebut orang sebagai bapak Pengetahuan Eksperimen, maka Leonardo mestinya harus disebut kakek Pengetahuan Eksperimen. Leonardo mengemukakan bahwa sebelum data dinyatakan sebagai suatu kebenaran, ujilah lebih dahulu melalui eksperimen, sampai eksperimen tersebut menghasilkan data sama seperti yang diuji. Dalam bidang Fisika, Leonardo banyak membahas hukum-hukum gerak, gaya, energi, serta percepatan.
·         Mengenai sistem semesta, Leonardo menolak teori Geosentris baik yang dikemukakan oleh Ptolemy maupun Aristoteles. Dia mengemukakan bahwa Matahari tidak bergerak mengelilingi Bumi tetapi sebaliknya justru Bumilah yang mengelilingi Matahari.
·         Leonardo mungkin adalah pembelajar paling gila. Saat mempelajari anatomi, ia suka pergi malam-malam, membongkar kuburan, dan mengambil mayat orang tidak dikenal yang sudah hampir busuk dan mem bedahnya. Kadang ia melakukannya di rumah sakit yang memberinya izin. Ia benar-benar ingin tahu mengapa tubuh manusia berbentuk seperti itu. Dengan begitu, ia bisa makin detail dalam membuat lukisannya serta penemuan dalam bidang anatomi sangat berguna bagi dunia kedokteran saat ini.
·         Leonardo menciptakan sebuah Mahakarya, A Masterpiece. Sebuah karya seni dengan komposisi warna-warni yang begitu indah dengan detail yang nyaris sempurna seperti aslinya, sehingga semua yang melihatnya akan terpesona dan tersentuh hatinya yaitu Monalisa. Lukisan wanita cantik ini merupakan puncak dari segala ilmunya tentang pewarnaan, cahaya, perspektif, dan tidak lupa anatomi tubuh manusia.  Pada lukisan itu, ia menggunakan teknik melukis yang sangat tinggi dan sulit ditiru, sebuah teknik yang membuat lukisan terlihat seperti berkabut, tidak fokus, dengan transisi antar-warna yang luar biasa lembut dan halus. Lukisan lainnya yang sangat berharga adalah "Perjamuan Terakhir", The Last Supper, yang secara dramatis melukis­kan makan malam terakhir Yesus dengan 13 murid-muridnya sebelum ia dikhianati dan disalib.
·         Leonardo juga seorang visioner. Ia misalnya telah membayangkan mesin terbang seperti helikopter, kendaraan dengan pelindung besi (seperti tank), atau kapal yang bisa bergerak di bawah laut. Ia bahkan mendesain manusia mekanik yang dikenal sebagai Robot Leonardo, rancangan “robot” yang sering dianggap robot pertama dalam sejarah. Tahun 1994, Bill Gates, orang terkaya di dunia pendiri Microsoft, membeli “Codex Leicester”, sebuah buku catatan Leonardo yang sudah berusia ratusan tahun tetapi berisi pemikiran-pemikiran ajaib dan gambaran mesin-mesin canggih yang seharusnya belum ada di masa itu.

Rabu, 19 Agustus 2015

Riwayat Hidup Ptolemy




Riwayat Hidup
Claudius Ptolemaeus hidup pada tahun 90 hingga tahun 168. Beliau adalah seorang ahli geografi, astronom, dan astrolog yang hidup di provinsi Romawi, Aegyptus.
Claudius adalah nomen (nama keluarga) seorang Roma; Ptolemaeus menyandang nama itu, sehingga menjadi bukti bahwa dia adalah seorang warga negara Roma.
Hanya sedikit rincian hidup Ptolemaeus yang diketahui. Dia menulis dalam bahasa Yunani Kuno dan diketahui sudah menggunakan data astronomis Babilonia. Walaupun beliau seorang warganegara Roma, namun beberapa sarjana menyimpulkan bahwa secara etnik, Ptolemeus adalah orang Yunani, dan sarjana lainnya berpendapat bahwa dia secara etnik orang Mesir. Dia banyak dikenal dalam sumber bahasa Arab yang muncul kemudian sebagai Upper Egyptian, diperkirakan dia mungkin berasal dari Mesir selatan. Astronom, ahli ilmu Bumi, dan pakar fisika Arab selanjutnya merujuk padanya menggunakan nama Arabnya Batlamyus.

Pemikiran/Pemikiran :
·         Ptolemaeus adalah pengarang beberapa risalah ilmiah, tiga di antaranya kemudian memainkan peranan penting dalam keilmuwan Islam dan Eropa. Yang pertama adalah risalah astronomi yang dikenal sebagai Almagest  ("Risalah Besar"). Yang kedua adalah Geographia, yang merupakan diskusi teliti mengenai pengetahuan geografi Helenistik. Yang ketiga adalah risalah astrologi dikenal sebagai Tetrabiblos ("Empat buku") dimana dia berusaha mengadaptasi astrologi horoskop ke filosofi alam Aristotelian.
·         Dalam bukunya Ptolemy banyak membahas mengenai pembentukan bayangan dari benda-benda oleh cermin datar, cermin cekung, maupun cermin cembung. Eksperimennya sebagian besar dilaksanakan di Alexandria. Dalam eksperimennya tersebut ia menghitung harga-harga sudut datang maupun sudut bias sinar, misalnya dari udara ke air, dari air ke gelas dengan mempergunakan alat yang ia buat sendiri. Lebih lanjut dia menyatakan bahwa akibat pembiasan sinar oleh lapisan atmosfir yang tidak sama kerapatannya, maka letak benda-benda langit merupakan letak yang semu.

·         Ptolemeus mendukung teori geosentris, dan mengembangkan sebuah sistem tata surya yang dikenal sebagai sistem Ptolemeus. Sistem ini menempatkan Bumi pada pusat tata surya.